Pujangga Malang
Murai menari kutilangpun bernyanyi
Menghadap kehadiran Tuhan semesta
Berapa madu cinta yang engkau hampiri
Seakan teduh bungkamkan kelanamu
Perjalanan jiwamu jauh saudara
Seakan pandang merengkuh peluh
Berkesah kisah seperti pemuda malang
Didesa sungai dan lembah terapung
Dengan terik dan dingin setara
Suaramu indah lah sangat
Tersyair dalam setiap bait galaumu
Menghunjam langit merajai hati
Menghanyutkan gadis-gadis muda
Menarik hati janda-janda kembang
Tapi matamu benar-benar rabun senja
Hidungmu tersumbat keraguan
Telingamu tersumpal kebencian
Dan hatimu digempur masa lalu
Tanggalkanlah beban-beban itu saudara
Masih angin menyapu pipimu
Masih ruh menempel diragamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar